🃏 Lestarikan Taman Laut Bunaken Demi Generasi Mendatang

Liputan6com, Manado - Sebagai upaya melestarikan Tanam Nasional Bunaken, sekaligus juga mewujudkan misi Kota Manado sebagai Kota Ekowisata, Pemkot Manado bekerja sama dengan Korem 131/Santiago, menggelar penanaman terumbu karang dan sapu laut. Kegiatan yang dirangkaikan dengan event Manado Fiesta-Fisco (Fish & Coral), bertempat kawasan Megamas, Manado, Jumat (27/11/2020). Gubernursaat melepaskan lobster yang merupakan bagian dari kampanye Save Bunaken. (Ist). MANADO, MANADONEWS - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey, mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat Sulut untuk bersama menjaga dan melestarikan Taman Laut Bunaken demi generasi masa depan. MANADO Dalam rangka rangka mewujudkan misi kota Manado sebagai kota ekowisata. Maka Pemerintah kota Manado bekerja sama dengan Korem 131/Santiago, menggelar kegiatan penanaman terumbu karang dan sapu laut yang dirangkaikan dengan event Manado Fiesta - Fisco ( Fish & Coral), bertempat kawasan mega mas, samping kantor Dinas Pariwisata Kota Manado. Jumat, (27/11/2020). Dihadiri Wali kota kekayaanlaut di teluk Manado melalui upaya melindungi, melestarikan dan memanfaatkan sumber daya terumbu karang berkelanjutan. Selain itu untuk menjamin kelestarian dan keanekaragaman hayatinya untuk menciptakan saat ini maupun yang akan datang. " Selamat lestarikan Taman laut Bunaken dan teluk Manado " ujar Walikota. Tamanlaut adalah wilayah lautan yang memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang tinggi dan indah. Kawasan ini dijadikan sebagai konservasi alam, misalnya Taman Laut Bunaken di Sulawesi Utara. Konservasi alam adalah upaya pengelolaan sumber daya alam untuk menjamin kelangsungan hidup manusia di masa kini dan masa mendatang. Tamanlaut Bunaken memiliki biodiversitas kelautan salah satu yang tertinggi di dunia, hal itu merupakan daya tarik bagi wisatawan khususnya wisata air dengan 20 titik penyelaman hingga kedalaman 1.344 meter. "Pelestarian Taman Nasional Bunaken menjadi penting dilakukan untuk generasi mendatang. Mari kita kurangi penggunaan sampah platik Hanyademi alam lestari dan memberi manfaat kepada banyak orang, para pahlawan pelestari lingkungan ini rela melakukan berbagai upaya demi bumi lebih baik, dan mewariskan lingkungan yang nyaman ditinggali anak, cucu dan generasi mendatang. Baca Juga: Lestarikan Mangrove, Sancoko Selamatkan Laguna Pantai Samas. 3. Manfaatkan lahan pribadi SosialisasiMerger SD Bunaken, Lumowa: Tidak Ada Penolakan Dari Warga. Buka FGD Penyusunan RPKD, Wawali: Program Ini Dimasukan Dalam Rangka Kesejahteraan Masyarakat. Buka Rakor Mandagi Minta Kecamatan dan Kelurahan Berikan Layanan Terbaik. Tingkatkan Kwalitas Kesehatan, Pemdes Tolok Laksanakan Posyandu. PresidenJoko Widodo mengatakan sebagai negara kepulauan, keindahan taman laut yang dimiliki Indonesia sangat luar biasa dan harus dijaga serta dilest. Minggu, 21 November 2021; Cari. REPUBLIKACO.ID, MANADO -- Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey mengatakan sampah plastik dapat merusak ekosistem laut yang menjadi habitat terumbu, ikan karang, dan spesies lainnya di Taman Nasional Bunaken (TNB). 'Bunaken telah menjadi ikon dunia sehingga tidak ada kata yang tepat selain menjaga dan melestarikannya. Upaya seperti ini bisa dilakukan dengan membangun kesadaran Halini disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada arahan pembuka rapat terbatas (ratas) dengan topik bahasan pengalihan kewenangan pengelolaan taman nasional laut yang dilaksanakan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, 30 Maret 2016. Presiden meminta agar masalah pelestarian taman nasional laut menjadi perhatian semua kementerian dan lembaga. PesonaTaman Laut Bunaken Rabu 18 April 2018 - 10:53 Sabtu 28 Maret 2020 - 16:12 oleh gapuranews - 1.084 views MANADO - Jangan pernah ke Manado, jika tidak menginjakkan kaki ke pulau Bunaken. YhDD. Taman Laut Bunaken adalah salah satu objek wisata bawah laut terindah yang dimiliki Indonesia, terletak di kelurahan Bunaken, kecamatan Bunaken, kota Manado, Sulawesi Utara. Kaya akan keanekaragaman biota laut menjadikan tempat ini dikenal hingga mendunia. Kini keberadaannya terancam rusak akibat banyaknya sampah plastik. Taman Nasional Bunaken telah ditetapkan pemerintah sejak tahun 1991. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 730/Kpts-II/1991 tanggal 15 Oktober 1991 luasnya mencapai Ha. Taman laut ini terdiri dari 5 pulau yang termasuk dalam kawasan taman nasional, yaitu Pulau Manado Tua, Pulau Bunaken, Pulau Nain, Pulau Siladen dan Pulau Mantehage beserta anak pulau yang berada di sekelilingnya. Disebut sebagai surga bagi para penyelam kelas dunia, tempat ini memiliki ribuan spesies ikan dan puluhan jenis terumbu karang serta aneka biota laut lainnya. Hampir semua jenis biota laut dapat ditemukan di perairan Bunaken ini, sehingga tempat ini diklaim sebagai taman bawah laut paling lengkap biodiversitasnya keanekaragaman hayati di dunia. Kini kondisi taman laut Bunaken terancam rusak dan kehilangan pesona keindahan akan keberagaman biota lautnya. Tidak sedikit para wisatawan yang berkunjung untuk menyelam mengeluhkan banyaknya sampah plastik yang mereka jumpai saat menyelam dan kondisi pantai yang kotor tercemar oleh banyaknya sampah. Pihak pengelola tempat wisata ini melakukan tindakan, menelusuri sumber sampah-sampah tersebut. Ternyata, sampah-sampah tersebut berasal dari limbah domestik yang terbawa aliran sungai, mengalir hingga ke perairan Bunaken, dan juga ulah dari para pengunjung yang tidak bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan lingkungan. Beberapa sungai yang membawa sampah tersebut diantaranya adalah sungai Malalayang, Sario, Tondano, dan Talawaan. Sampah-sampah yang sering ditemukan di taman laut dan pantai Bunaken tidak lepas dari aktifitas masyarakat yang menjadikan sungai-sungai sebagai tempat mereka untuk membuang sampah. Penyebab utama banyaknya sampah di sungai adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan kurang kepedulian masyarakat untuk menjaga lingkungan. Akibatnya, perairan Bunaken dipenuhi sampah. Sampah yang terbawa arus hingga ke dasar laut berdampak buruk bagi kehidupan biota laut. Biota laut adalah makhluk hidup yang berada di laut, baik itu hewan maupun tumbuhan atau terumbu karang. Sampah tersebut dapat membuat terumbu karang rusak, tidak bisa berkembang, bahkan bisa mati. Terumbu karang merupakan bagian yang sangat penting dari ekosistem laut karena menjadi sumber kehidupan bagi ragam biota laut. Di terumbu karang umumnya hidup ribuan spesies ikan dan puluhan jenis moluska, krustasea, alga dan biota laut lainnya. Jika sampah-sampah tersebut dibiarkan, pesona keindahan dan kekayaan biota laut yang berada di kawasan ini akan hilang. Ancaman akan kerusakan taman wisata bawah laut ini membuat pemerintah daerah melakukan tindakan nyata dengan kegiataan “Save Bunaken” dan Bersih-Bersih Pantai. Kegiatan itu melibatkan masyarakat sekitar, wisatawan, ASN Pemprov Sulawesi Utara dan Kota Manado, TNI/Polri, serta LSM peduli lingkungan. Kegiatan tersebut dilakukan tahun 2016 dan akan berlangsung setiap bulannya. Tujuannya adalah untuk mendorong masyarakat berperan aktif dalam menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menambah kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, serta bertanggung jawab untuk menjadikan kembali Bunaken ini sebagai objek wisata yang bersih dan indah. Baru-baru ini Balai Taman Nasional Bunaken memberlakukan himbauan bagi wisatawan menyelam untuk ikut andil dalam melestarikan taman laut Bunaken dengan cara ikut menanam karang. Hal tersebut mulai digalakkan sejak terbitnya surat himbawan dari Balai Taman Nasional Bunaken tanggal 2 Maret 2018 yang berisi, “Dalam rangka meningkatkan tutupan terumbu karang dan kualitas aktivitas wisatawan menyelam, dihimbau agar para divers penyelam untuk berperan aktif menanam karang di Taman Nasional Bunaken pada saat menyelam.” Himbauan ini berlaku untuk semua wisatawan domestik maupun mancanegara. Peran dari semua pihak inilah yang sangat diperlukan untuk melestarikan Taman Nasional Bunaken agar generasi mendatang dapat menikmati serta ikut andil dalam melestarikan objek wisata ini. Begitu banyak potensi yang dimiliki Taman Nasional Bunaken, salah satunya adalah begitu banyak keanekaragaman hayati pesisir dan laut yang mampu mendukung kehidupan dan penghidupan masyarakat sekitar. Taman laut ini juga ikut membantu pendapatan daerah dalam sektor pariwisata alam. Taman Laut Bunaken perlu mendapat langkah nyata dari semua pihak untuk melakukan upaya menjaga dan melestarikannya. Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat Sulawesi Utara untuk bersama menjaga dan melestarikan Taman Laut Bunaken demi generasi masa depan. Hal tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri peringatan Coral Triangle Day 2016, dirangkaikan dengan acara gerakan save bunaken yang di selenggarakan Sabtu 11/6 bertempat di Pulau Bunaken. Acara tersebut mengambil tema selamatkan segi tiga terumbu karang, hentikan polusi/ limbah plastik. Berbagai cara dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian taman laut bunaken yang merupakan primadona Sulut dimata dunia, satu diantaranya dengan tidak membuanh sampah pelastik di laut dan sungai yang bermuara di teluk manado, karena semua sampah tersebut bisa mengotori dan merusak ekositem yang ada di taman laut bunaken. Lestarikan terumbu karang, agar dapat mendongkrak pariwisata Sulut, ini pekerjaan semua masyarakat Sulut bukan hanya pemerintah saja. Gubernur tidak berhenti mengkampanyekan gerakan pelestarian lingkungan taman laut bunaken demi nama sulawesi utara. “Bunaken merupakan icon dunia, mari bangun kesadaran untuk melestarikannya. Manfaat pelestarian itu akan berguna bagi generasi kita, untuk itu kurangi penggunaan plastik karena limbah plastik merusak kehidupan laut,” kata Gubernur. Pada kesempatan tersebut juga Gubernur secara simbolis melepas lobster dan terumbu karang yang akan di tanam di laut. Hadir dalam kegiatan tersebut pejabat Eselon II lingkup pemprov sulut, wakil walikota manado dan para pemerhati lingkungan laut. Gubernur Olly Dondokambey saat kegiatan di pulau Bunaken. MANADO, – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat Sulawesi Utara untuk bersama menjaga dan melestarikan Taman Laut Bunaken demi generasi masa depan. Hal tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri peringatan Coral Triangle Day 2016, dirangkaikan dengan acara gerakan Save Bunaken yang di selenggarakan Sabtu 11/6 bertempat di Pulau Bunaken. Acara tersebut mengambil tema selamatkan segi tiga terumbu karang, hentikan polusi dan limbah plastik. Berbagai cara dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian taman laut bunaken yang merupakan primadona Sulut dimata dunia, satu diantaranya dengan tidak membuang sampah pelastik di laut dan sungai yang bermuara di teluk Manado, karena semua sampah tersebut bisa mengotori dan merusak ekositem yang ada di taman laut Bunaken. Lestarikan terumbu karang, agar dapat mendongkrak pariwisata Sulut, ini pekerjaan semua masyarakat Sulut bukan hanya pemerintah saja. Gubernur tidak berhenti mengkampanyekan gerakan pelestarian lingkungan taman laut Bunaken demi nama Sulawesi Utara. “Bunaken merupakan icon dunia, mari bangun kesadaran untuk melestarikannya. Manfaat pelestarian itu akan berguna bagi generasi kita, untuk itu kurangi penggunaan plastik karena limbah plastik merusak kehidupan laut,” kata Gubernur. Pada kesempatan tersebut juga Gubernur secara simbolis melepas lobster dan terumbu karang yang akan di tanam di laut. Hadir dalam kegiatan tersebut pejabat Eselon II lingkup Pemprov Sulut, Wakil Walikota Manado dan para pemerhati lingkungan laut. *

lestarikan taman laut bunaken demi generasi mendatang